Saturday, April 9, 2011

My Boat


Suatu malam yang indah :

"Kau menunggu perahumu menjemput kan?"

"Iya Sayang :)"

"Nanti aku akan datang dengan perahu yang kau inginkan, menjemputmu."

"Aku menunggu.."

--------------------------------------------------------------------------------------------------

Aku ingin menuliskan nama kita pada air
namamu akan menjadi riak, namaku akan menjadi buih-buihnya.
Mereka akan berkejaran meniti arus.
Kadang liar menggelora, kadang sepi merepih.
Nama kita akan selalu menggerus tepian, menuntut mereka memberi jalan.
Mungkn sedikir pengertian, sedikit saja, agar kita dapat mengalir bersama menuju laut dan berlabuh disana selamanya. Lepas. Tak ada hingga. Tak ada tidak.
Sepanjang masa, nama kita akan berenang berkecipak, mengganggu ikan-ikan sehingga bingung dan tergugu biru.

"Apa itu?" ikan-ikan akan bertanya, lalu dengan lembut kita akan membisikan namaku, namamu, mantera penjinak agar boleh menunggangi mereka.
Salmon perak dan manta. Kuda laut dan Penyu.

Kita akan berkelana.

Kemana?

Melayang diatas pasir dasar laut yang halus
Melayang di tepi palung-palung berbunga karang yang meledakan warna dan mengintip ke dasarnya yang meniadakan warna.
Kita akan menyusuri tepian tiap benua.

Hanya kita berdua :)

-Perempuan-
dengan sedikit saduran

4 komentar:

mardee said...

ini bener yang nulis Thya? :D
ah,ndak percaya saya..

empe said...

masih menunggu perahumu kan? :)

thya said...

mardee.. bukan di, kan udah dibilang, juduulny "Perempuan" dengan sedikit saduran :)

Rhyfhad said...

kata"nya menyentuh banget ..
saya kasih award dehh..
cek di blogku yahh sebelum 5 mei sdh lewat lohh..

Im not Afraid to waLk aLone, there's always Allah with me :)